Senin, 05 Desember 2011

Phylosophy, Psychology, Math Educ, and English: Forum Tanya Jawab 26: Hidupku antara Fatal dan Vital

Phylosophy, Psychology, Math Educ, and English: Forum Tanya Jawab 26: Hidupku antara Fatal dan Vital

Phylosophy, Psychology, Math Educ, and English: Forum Tanya Jawab 23: Gelar Tertinggi Mencari Ilmu

Phylosophy, Psychology, Math Educ, and English: Forum Tanya Jawab 23: Gelar Tertinggi Mencari Ilmu

Phylosophy, Psychology, Math Educ, and English: Forum Tanya Jawab 22: Tak Kusadari Bahwa Ternyata Aku Bisa Terbang

Phylosophy, Psychology, Math Educ, and English: Forum Tanya Jawab 22: Tak Kusadari Bahwa Ternyata Aku Bisa Terbang

Phylosophy, Psychology, Math Educ, and English: Forum Tanya Jawab 21: Tidak Mengetahui Apapun

Phylosophy, Psychology, Math Educ, and English: Forum Tanya Jawab 21: Tidak Mengetahui Apapun

Phylosophy, Psychology, Math Educ, and English: Forum Tanya Jawab 20: Tak Mampu Mendefinisikan Filsafat

Phylosophy, Psychology, Math Educ, and English: Forum Tanya Jawab 20: Tak Mampu Mendefinisikan Filsafat

Phylosophy, Psychology, Math Educ, and English: Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika

Phylosophy, Psychology, Math Educ, and English: Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika

Rabu, 23 November 2011

Salam dari Thailand

FILSAFAT MENURUT PEMIKIRAN PARA FILSUF (EMANUEL KANT)

Emanuel Kant seorang filsuf barat membuat sintesis antara rasionalisme dan empirisisme. Untuk itu ia membedakan akal, budi, rasio, dan pengalaman inderawi. Dalam diri manusia, menurut Kant, ada fakultas yang berperan dalam menghasilkan pengetahuan yaitu sensibilitas yang berperan dalam menerima berbagai kesan inderawai yang tertata dalam ruang dan waktu dan understanding yang memiliki kategori-kategori yang mengatur dan menyatukan kesan-kesan inderawi menjadi pengetahuan.
Pengetahuan merupakan hasil kerja sama antara pengalaman indrawi yang aposteriori dan keaktifan akal, faktor priori. Akal budi aktif dalam persepsi dan tindakan tersebut membantu membentuk dunia yang kita alami dan ketahui. Benda-benda dalam dirinya sendiri, terlepas dari pengalaman, tidak dapat diketahui. Tujuan utama dari filsafat kritis Kant adalah untuk menunjukkan, bahwa manusia bisa memahami realitas alam (natural) dan moral dengan menggunakan akal budinya. Pengetahuan tentang alam dan moralitas itu berpijak pada hukum-hukum yang bersifat apriori, yakni hukum-hukum yang sudah ada sebelum pengalaman inderawi. Pengetahuan teoritis tentang alam berasal dari hukum-hukum apriori yang digabungkan dengan hukum-hukum alam obyektif. Sementara pengetahuan moral diperoleh dari hukum moral yang sudah tertanam di dalam hati nurani manusia. Di sini Kant tidak melegitimasi kemampuan akal budi manusia memahami esensi sebuah realitas tetapi memahami bahwa akal budi manusia terbatas dalam memeperoleh pengetahuan dibalik segala penampakan.

klik