Sabtu, 07 Januari 2012

Forum Tanya Jawab 24: Mohon Maaf Filsafatku

Rini Dwi A
PMat C

Ada sebab ada akibat.... itulah hukum yang ada. Segala bencana dan malapetaka yang terjadi di dunia ini adalah akibat perbuatan manusia itu sendiri, yang merupakan jatuhnya sifat yang satu dengan yang lain. Itu adalah ujian bagi manusia untuk mengingat kepada Sang Pencipta, agar bersyukur atas nikmat yang diberi dan mohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Maaf atas keterbatasan saya. Terimakasih.

klik

Forum Tanya Jawab 23: Gelar Tertinggi Mencari Ilmu

Rini Dwi A
PMat C

Allah berfirman dalam Qur'an Surat Mujaadilah : 11 yaitu "Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". Ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang memiliki pengetahuan, dan sebenar-benarnya gelar tertinggi suatu ilmu adalah menjadi kesaksian atas ilmu itu, artinya orang itu mampu mengamalkan ilmu itu untuk kemaslahatan dunia akhirat baik bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Itulah kesaksian yang sebenar-benarnya.

klik

Forum Tanya Jawab 22: Tak Kusadari Bahwa Ternyata Aku Bisa Terbang

Rini Dwi A
PMat C

Manusia diciptakan sempurna dengan hati dan akal. Hati sebagai dasar bagi perasaan manusia, sedangkan akal digunakan untuk berpikir. Dengan berpikir aku dapat dengan bebas mengetahui apapun itu yang aku mau, tapi untuk bisa terbang dengan bebas aku harus iklhlas melakukannya. Dengan belajar, dengan membaca, dengan pengalaman aku bisa mengetahui apapun yang aku inginkan. Dan akhirnya tak aku sadari ternyata aku bisa terbang, terbang bebas dengan sedalam dalamnya dan seluas-luasnya dengan akal dan hati ku.

klik

Forum Tanya Jawab 21: Tidak Mengetahui Apapun

Rini Dwi A
PMat C

Filsafat adalah oleh pikir, berkaitan dengan yang ada dan yang mungkin ada. Begitu dalam dan begitu luas ilmu pengetahuan itu sehingga semakin dalam semakin luas aku berpikir ternyata semakin aku tidak untuk mengetahui apapun, karena selalu ada hal yang aku peroleh ketika aku berpikir.

klik

Jumat, 06 Januari 2012

Forum Tanya Jawab 19: Menemukan Dunia adalah Pikiranku

Rini Dwi A
PMat C

Setiap manusia diciptakan dengan akal. Dengan akal manusia dapat berpikir sehingga manusia bisa membangun pengetahuannya. Segala ilmu yang ada dibangun di atas akal pikiran manusia. Dan dengan berpikir kita bisa tahu antara yang ada dan yang mungkin ada, itulah berfilsafat memikirkan yang ada dan yang mungkin ada sedalam-dalamnya. Untuk itulah dunia adalah pikiranku.

klik

Forum Tanya Jawab 18: Menemukan Bahwa Dunia adalah Bahasa

Rini Dwi A
PMat C

Bahasa merupakan media untuk berkomunikasi dalam kehidupan. Dalam berinteraksi satu sama lain manusia memerlukan bahasa, bisa bahasa tubuh, bahasa tulisan, bahasa lisan. Dengan bahasa kita dapat memahami, mengerti dan mempelajari suatu hal. Dalam memepelajari matematika-pun kita juga memerlukan bahasa, untuk mendefinisikan simbol-simbol dan lambang-lambang sehingga matematika sendiri itu mudah untuk dipahamai. Tanpa bahasa apa jadinya dunia ini. untuk itu dapat saya simpulkan bahwa dunia adalah bahasa.

klik

Forum Tanya Jawab 17: Menemukan bahwa Filsafat adalah Diriku

Rini Dwi A
PMat C

Berfilsafat adalah berpikir yang ada dan yang mungkin ada dengan sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Dalam kehidupan kita pasti berpikir, tidak mungkin kita hidup tapi kita tidak berpikir. Untuk membangun filsafat kita harus berpikir. Karena itulah filsafat tidak lain dan tidak bukan adalah diriku sendiri.

klik

Forum Tanya Jawab 2: Tema Hantu dan Kematian di kelas RSBI....?

Rini Dwi A
PMat C

kreatif, unik, berbeda.... itu yang terlintas dalam pikiran saya dalam elegi dengan tema hantu dan kematian di kelas RSBI. Sungguh hal yang breani sekali siswa-siswa mengangkat tema yang kedengarannya menakutkan ini. Menurut saya itu hanyalah sebagian rasa keinginan siswa yang ingin berbeda dari yang biasanya, terkait dalam hal pembelajaran. Selama ini mungkin siswa-siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang ada seperti yang mereka rasakan dalam cerita elegi ini, rasanya seperti pembelajaran yang tidak hisup dan menyeramkan. Oleh karena itu mereka ingin pembelajaran yang lain, ini menuntut kami para pendididik untuk menyajikan pembelajaran yang bisa menumbuhkembangkan kreatifitas, motivasi, membuat mereka merasa nyama dan senang dalam mengikuti pembelajaran sehingga mereka bisa membangun ilmu pengetahuan merekja sendiri. Elegi ini menginspirasi kami sebagai pendidik untuk melakukan inovasi pembelajaran yang kreatif sehingga siswa tidak lagi bosan, suasana kelas tidak menyeramkan dan tidak mati (kaku) terutama pembelajaran di kelas RSBI.

klik

Forum Tanya Jawab 15: Transformasi Dunia

Rini Dwi A
PMat C

Rini Dwi A
PMat C

Mendengar kata “ransformasi” yang muncul dalam benak saya adalah perubahan.Ya , dunia ini penuh dengan perubahan, perkembangan. Seiring berjalannya waktu hidup ini pun mengalami perubahan. Kemarin, hari ini , heri esok, dan esok lagi mungkin semuanya akan berbeda. Jika transformasi itu adalah perubahan, maka perubahan yang terjadi haruslah perubahan yang postitif, menjadi lebih baik dari sebelumnya. Itulah proses belajar. belajar dari pengalaman, belajar dari orang lain, belajar dari diri sendiri, belajar dari manapun. Belajar butuh waktu, belajar butuh pemikiran, keikhlasan, semuanya itu haruslah seimbang agar hasil yang diperoleh juga maksimal.

klik

Forum Tanya Jawab 45: Orang Paling Berbahaya di Dunia


Rini Dwi A
PMat C

Setelah membaca forum Tanya jawab 46, ternyata dapat saya temukan bahwa orang yang paling berbahaya di dunia adalah orang yang suka mencetak orang lain sesuai dengan kehendaknya, termasuk diriku sendiri. Astaghfirullah, ternyata secara tidak sadar aku telah menjadi orang yang paling berbahaya didunia. Dalam hal pembelajaran terutama, tidak seharusnya kita pendidik mencetak anak untuk sesuai dengan keinginan kita, tetapi biarkan lah mereka membangun dunia mereka sendiri, membangun pengetahuan mereka sendiri. Sebagai pendidik kita adalah motivator, fasilitator untuk mengarahkan dan membimbing mereka dalam belajar. Semoga elegi ini membuka hati dan pikiran kita terutama sebagai pendidik  agar kita tidak menjadi orang yang paling berbahaya di dunia ini.

Forum Tanya Jawab 58: Hidup Adalah Pilihan

Rini Dwi A
PMat C

Senang sedih, sukses gagal, kaya miskin, pandai bodoh, surga neraka, menang kalah, dll…. Itu semua adalah fenomena dalam hidup ini. Setiap manusia yang diciptakan pasti ingin yang baik-baik, ingin senang, ingin sukses, ingin kaya, ingin pandai, ingin surga dll. Itu adalah pilihan manusia. Manusia berhak memilih mana yang menjadi pilihannya. Termasuk dalam mencari jodoh, rezeki dll. Manusia terus berusaha untuk mencapai apa yang diinginkan itu. Dengan segala daya, tenaga, dan pikiran ia kerahkan demi keinginannya itu tercapai. Tetapi apalah daya. Manusia ya tetap manusia . ia tetap memiliki keterbatasan. Manusia hanya bisa berusaha dan berusaha. Kita hanya saja bisa memilih apa yang kita inginkan, ketetapan pasti tetap Allah yang menentukan. Mohon petunjuk kepada Allah agar kita diberi petunjuk untuk menentukan pilihan yang terbaik dari berbagai pilihan, karena hidup ini adalah pilihan.

klik

klik

Kamis, 05 Januari 2012

Forum Tanya Jawab 16: Sintesis Hati dan Pikiran

Rini Dwi A
PMat C

Hati dan akal adalah dua anugerah terbesar dari Allah untuk manusia. Tanpa hati dan akal hidup manusia terasa hampa. Manusia diberikan akal untuk berpikir, memikirkan yang ada dan yang mungkin ada dengan sedalam dalamnya dan seluas-luasnya. Namun manusia tetap memiliki keterbatasan dalam berpikir. Hati diberikan agar manusia bisa merasakan, menghargai. Oleh karenanya ketika antara hati dan pikiran harus seimbang agar manusia bisa nyaman dalam kehidupan ini.

klik

Selasa, 03 Januari 2012

Ungkapan seorang mahasiswi tentang pengalamannya melakukan penelitian bersama guru matematika di sekolah

Rini Dwi A
PMat C

Pembelajaran adalah perpaduan antara aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Pembelajaran terutama pembelajaran matematika harus memberi kesempatan kepada siswa untuk emmbangun sendiri konsep pengetahuannya, sehingga siswa bisa menyelesaikan masalah=masalah yang dihadapinya. Tugas guru adalah memfasilitasi, mendorong siswa untuk dapat membangun pengetahunnya itu. Dalam proses pembelajaran tidak akan pernah terlepas dari model/ metode pembelajaran. Salah satunya yang dpat diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif learning tipe TPS seperti yang diungkapkan dalam elegi ini. Pelaksanaan penelitian dengan tipe TPS ini telah berhasil membantu siswa untuk memahami konsep matematika khususnya konsep lingkaran. Dalam penelitian ini juga telah memberikan peluang kepada siswa untuk menemukan konsep itu sendiri dalam dirinya. SEmoga hasil penelitian ini menambah inspirasi dan wawasan bagi kami selaku guru matematika untuk selalu mengembangkan secara kreatif model/ metode pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk membangun konsep pengetahuannya sendiri. Terimakasih.

klik

Sekolah Bertaraf Internasional : Sebuah Epistemology

Rini Dwi A
PMat C

Sekolah bertaraf Internasional (SBI) adalah sekolah nasional yang menyiapkan peserta didik Indonesia berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang berkualitas dalam ranah internasional dan lulusannya berdaya saing internasional. Adapun tujuan utama penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional adalah upaya perbaikan kualitas pendidikan nasional, khususnya supaya eksistensi pendidikan nasional Indonesia diakui di mata dunia dan memiliki daya saing dengan negara-negara maju lainnya. Oleh karena itu pemerintah perlu mencermati fenomena mulai berkembangbiaknya SBI. Pemerintah harus mencermati makin banyaknya sekolah yang mengaku berstandar internasional. Jika tidak ada regulasi yang ketat, konsep pendidikan nasional seperti yang diamanatkan dalam konsitusi akan pudar. Saat ini banyak sekolah mengklaim dirinya sebagai SBI. Padahal kurikulumnya biasa saja, atau kurikulum internasional yang digunakan namun pengajarnya tidak mampu menguasai bahasa asing. Artinya, pengertian internasional itu kabur. Jika pemerintah tidak membuat regulasi yang ketat, maka banyak sekolah nasional yang tergerus oleh SBI. Padahal, jika SBI makin menjamur berarti akan terjadi migrasi besar-besaran pengajar asing yang masuk ke Indonesia. Sehingga di Indonesia akan semakin banyak guru yang menganggur dan tidak dipakai karena mereka belum mampu dan mahir dalam mengajar dengan menggunakan bahasa inggris.
Maaf atas segala kekurangannya. Terimakasih.

klik

Selasa, 27 Desember 2011

Sekolah Bertaraf Internasional


PENGEMBANGAN E-LEARNING SEBAGAI SUMBER BELAJAR
PADA SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

Oleh :
Rini Dwi Astuti
11709251030
PPS UNY PMat C

A.      PENDAHULUAN
Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan potensi individu. Melalui pendidikan, potensi yang dimiliki oleh individu akan diubah menjadi kompetensi. Kompetensi mencerminkan kemampuan dan kecakapan individu dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan. Tugas pendidik atau guru dalam hal ini adalah memfasilitasi anak didik sebagai individu untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi kompetensi sesuai dengan cita-citanya.
Kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam Permendiknas No. 78 tahun 2009 tentang kategori sekolah yaitu: Sekolah Standar Nasional (SSN), Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang mengharuskan tenaga pendidik memfasilitasi pembelajaran dengan teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran perlu didukung dengan pemanfaatan teknologi internet, agar tujuan kebijakan tersebut berjalan sesuai sasarannya. Pembelajaran menjadi titik tolak dalam pengoptimalan pemanfaatan internet. Guru dituntut menguasai Information Communication Technology (ICT) dan mengaplikasikannya dalam pengembangan desain pembelajaran berbasis internet, termasuk pada pembelajaran matematika.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat, terutama teknologi internet mempengaruhi semua aspek kehidupan. Teknologi internet menjadi teknologi tepat guna dengan fasilitas seperti sumber informasi dan data yang dapat diakses secara cepat, berkomunikasi dengan cepat tanpa batasan jarak. Internet menjadi pusat layanan penting termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu bentuk penerapan pemanfaatan teknologi dibidang pendidikan adalah penerimaan siswa baru dengan system online. Selain itu, kebijakan pemerintah dengan menetapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai salah satu mata pelajaran yang wajib di sekolah menjadi pendukung agar sekolah memanfaatkan teknologi. Teknologi internet dapat dijadikan sumber belajar dan media pembelajaran. Sumber­-sumber informasi dunia dapat diakses oleh siapa pun dan di mana pun melalui internet.
Seiring perkembangan zaman, pemanfaatan internet untuk pendidikan di Indonesia terus berkembang dan menjadi pusat perhatian para pakar Teknologi Informasi di bidang pendidikan.  Kini sudah banyak yang sudah mulai merintis dengan mengembangkan model pembelajaran berbasis internet dalam mendukung sistem pendidikan konvesional. Pemanfaatan internet di sektor pendidikan sudah berkembang pesat  yang disebut e-learning. Kecenderungan untuk mengembangkan e-learning sebagai salah satu alternative pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan semakin meningkat sejalan dengan perkembangan dibidang teknologi komunikasi dan informasi. Infrastruktur di bidang telekomunikasi yang menunjang penyelengaraan e-learning tidak hanya menjadi monopoli kota-kota besar, tetapi secra bertahap sudah mulai dinikmati oleh mereka yang berada di kota-kota di tingkat kabupaten. Oleh karena itu pengembangan e-learning lebih lanjut akan dibahas pada pembahasan pada makalah ini.

B.       PEMBAHASAN
1.      Sumber Belajar
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. Secara garis besar terdapat dua jenis sumber belajar, yaitu :
a.       Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yaitu  sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
b.      Sumber belajar yang dimanfaatkan  (learning resources by utilization),  yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran, salah satunya adalah media massa.
Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pengertian “dapat” di sini menekankan pada pengertian, bahwa jumlah sebenarnya penerima pesan informasi melalui media massa pada saat tertentu tidaklah esensial. Yang penting ialah “The communicator is a social organization capable or reproducing the message and sending it simultaneously to large number of people who are spartially separated”. Adapun bentuk media massa, secara garis besar, ada dua jenis, yaitu : media cetak (surat kabar dan majalah, termasuk buku-buku) dan media elektronik (televisi dan radio, termasuk internet) (http://artikel.us/mangkoes6-04-2.html). Salah satu aktivitas yang berkaitan dengan proses pembelajaran adalah e-Learning. E-Learning adalah wujud penerapan teknologi informasi di bidang pendidikan dalam bentuk  sekolah maya. E-Learning merupakan usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar di sekolah dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet.

2.      E-Learning
Electronic learning (e-learning) kini semakin dikenal sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah pendidikan, baik di negara-negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Banyak orang menggunakan istilah yang berbeda-beda dengan e-learning. Kata ini terdiri dari dua bagian, yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’.
Dong (dalam Hasbullah) mendefinisikan e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Kemudian Soekartawi, Haryono dan Librero, (2002, dalam Hasbullah), mendefinisikan E-Learning sebagai berikut :
     “e-Learning is a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online courses”.
E-learning memang merupakan suatu teknologi pembelajaran yang yang relatif baru di Indonesia. E-learning merupakan pembelajaran yang menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika. Dalam pelaksanaannya pembelajaran ini didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satelit atau komputer. Pengembangan e-learning tidak semata-mata hanya menyajikan materi pelajaran secara on-line saja, namun harus komunikatif dan menarik. Materi pelajaran didesain seolah siswa belajar di hadapan pengajar melalui layar komputer yang dihubungkan melalui jaringan internet.
Dalam pembelajaran ‘e-learning’ fokus utamanya adalah siswa. Siswa mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran ‘e-learning’ akan ‘memaksa’ siswa memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya. Siswa membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri.

3.      Kriteria E-Learning yang Baik
Untuk dapat menghasilkan e-learning yang menarik dan diminati dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, menurut Purbo (2002, dalam Hasbullah) ada tiga syarat hal yang wajib dipenuhi dalam merancang e-learning, yaitu
a.       Sederhana, sistem yang sederhana akan memudahkan siswa dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan, waktu belajar peserta akan lebih efisien.
b.       Personal, pengajar / guru dapat berinteraksi dengan baik dengan siswanya, seperti layaknya berkomunikasi di depan kelas. Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, siswa diperhatikan kemajuanya, serta dibantu segala persoalan yang dihadapi.
c.        Cepat, layanan yang ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan siswa, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar/ guru.
Cisco (2001, dalam Hasbullah) menjelaskan filosofis e-learning sebagai berikut :
1.      e-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line.
2.      e-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi.
3.      e-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan
4.      Kapasitas siswa amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar konten dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.

4.      Fungsi E-Learning dalam Pembelajaran
Menurut Siahaan (Hasbullah : 7), terdapat 3 fungsi e-learning terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas yaitu :
a.       Suplemen (tambahan)
Siswa memiliki kebebasan untuk memilih akan menggunakan materi e-learning atau tidak. Siswa tidak mempunyai kewajiban untuk mengakses materi e-learning. Jika siswa memanfaatkannya penggunaan e-learning akan memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan.
b.      Komplemen (pelengkap)
Menurut Lewis (Hasbullah : 8) materi e-learning diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas. Sebagai pelengkap materi e-learing diprogramkan menjadi materi reinforcement (pengayaan) dan remedial bagi siswa
c.       Substitusi
Penggunaan e-learning memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengelola kegiatan pembelajaran sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari siswa.



5.      Manfaat E-Learning dalam Pembelajaran
Menurut A. W. Bates dan K. Wulf (Hasbullah : 18) manfaat dari e-learning antara lain adalah :
a.       Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara siswa dengan guru atau instruktur (enhance interactivity).
Apabila dirancang secara cermat, penggunaan e-learning dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara siswa dengan guru/instruktur, antara sesama siswa, maupun antara siswa dengan bahan belajar (enhance interactivity). Dalam pembelajaran E-learning siswa yang malu maupun yang ragu-ragu atau kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi atau mendapat tekanan dari teman sekelas.
b.      Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
Siswa tidak terikat dengan waktu dan tempat penyelenggaraan dengan pembelajaran. Sumber belajar E-learning ini sudah dikemas secara elektronik dan tersedia tersedia untuk diakses oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Tugas-tugas pembelajaran dapat diserahkan kapan saja kepada guru, siswa tidak perlu menunggu untuk bertemu dengan gurunya.
c.       Menjangkau siswa dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience).
Kesempatan belajar dengan E-learning memberi kesempatan kepada semua siswa yang membutuhkan. Dalam mengakses informasi siswa tidak terikat oleh ruang, tempat dan waktu sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan dengan mudah dan fleksibel.
d.      Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).
Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik, penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodik dan mudah, pengelolaan kegiatan pembelajaran lebih mudah dipantau oleh guru, serta penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat pula dilakukan, baik yang didasarkan atas umpan balik dari siswa maupun atas hasil penilaian guru selaku penanggung-jawab atau pembina materi pembelajaran itu sendiri.
e.       Independent Learning
E-learning memberikan kesempatan bagi siswa untuk memegang kendali atas kesuksesan belajar masing-masing, yaitu siswa diberi kebebasan untuk menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu materi yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Jika ia mengalami kesulitan untuk memahami suatu bagian, ia bisa mengulang-ulang lagi sampai ia merasa mampu memahami. Seandainya, setelah diulang masih ada hal yang belum ia pahami, pembelajar bisa menghubungi instruktur, nara sumber melalui email atau ikut dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu.

6.      Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan E-Learning
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran penggunaan e-learning mempunyai beberapa kelebihan, antara lain :
a.       Guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
b.      Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari.
c.       Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar (mata kuliaha) setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
d.      Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah.
e.       Guru dan siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas
f.       Siswa akan menjadi lebih aktif dalam pembelajaran
g.      Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari sekolah konvensional.
Selain beberapa kelebihan di atas, penggunaan e-learning dalam pembelajaran juga mempunyai beberapa kekurangan, antara lain :
a.       Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar.
b.      Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
c.       Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
d.      Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
e.       Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
f.       Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
g.      Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan internet.
h.      Kurangnya penguasaan bahasa komputer.

C.      PENUTUP
Pada dasarnya internet memberikan kemudahan bagi kita didalam mengembangkan pendidikan dan pengajaran. Kehadiran internet untuk saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi siapa saja, tidak terbatas hanya pada pelaku bisnis, namun hal ini juga udah merambah dalam berbagai bidang, terutama dunia pendidikan. Namun untuk menjadikan internet sebagai basis pengajaran, kelemahan utamanya adalah ketersediaan sarana prasarana pendukung seperti jaringan internet, ketersediaan komputer, dan berbagai sarana lainnya yang mesti disediakan. Selain itu, perlu juga didukung dengan tingkat akses yang memadai.
Internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. Kehadiran internet lebih bersifat suplementer dan pelengkap. Metode konvensional tetap diperlukan, hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain. Metoda talk dan chalk dimodifikasi menjadi online conference.
Guna mencapai tingkat pembelajaran yang efektif, maka sudah semestinya setiap institusi pendidikan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Oleh karena itu, sudah saatnya kita perlu memikirkan pemanfaatan teknologi informasi internet dalam setiap pengembangan kurikulum dan bahan ajar di setiap sekolah.


D.      REFERENSI
Akhmad Sudrajat. 2008. Konsep Sumber Belajar.
Hasbullah. Perancangan Dan Implementasi Model Pembelajaran E-Learning Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Jpte Fptk Upi. Bandung : UPI
Fadli. 2010. Pemanfaatan E-Learning sebagai Sumber Belajar dalam Pendidikan Jarak Jauh.